Internet Bermasalah, Ini Penjelasan XL

KOMPAS.com – Para pengguna operator seluler XL belakangan banyak mengeluhkan kualitas koneksi internet yang menurun. Para pengguna pun menyuarakan komplain lewat saluran pelayanan pelanggan XL.

Sejumlah pengguna mencoba melaporkan masalah ini ke akun Twitter @myXL atau @myXLcare.

Seperti dipantau KompasTekno, Kamis (12/1/2017) siang, masalah yang dikeluhkan mulai mengakses media sosial, browsing internet, dan chatting via WhatsApp.

Apakah ada kendala Data Service XL? Dari Tadi pagi 12/1/2017 jaringan terasa lemot sekali di area Jakarta Pusat,” keluh seorang pengguna Twitter bernama @djokowarsito.

Selain Jakarta, keluhan serupa juga banyak disuarakan oleh para pengguna di daerah lain, seperti Bogor, Pekalongan di Jawa Tengah, Kediri di Jawa Timur, Sumedang di Jawa Barat, dan Palembang di Sumatera Selatan.

Jaringan 4G XL di sekitar sini (Cimanggung, Sumedang) kayaknya lagi gangguan ya, @myXLCare? Status 4G kecepatan 2G,” tulis pengguna Twitter @mr_adhi.

Menanggapi banjir komplain tersebut, akun Twitter XL di handle @MyXLCare mengatakan bahwa akses internet operator tersebut tengah mengalami gangguan.

Untuk saat ini sedang tidak bisa melakukan akses internet di sebagian area nasional. Mohon ditunggu update selanjutnya ya,” kicau @MyXLCare.

Ketika dminta keterangannya oleh KompasTekno, General Manager Corporate Communication PT XL Axiata Tri Wahyuningsih membenarkan bahwa koneksi internet XL memang sedang beramsalah, khususnya untuk akses ke situs luar negeri.

“Internet ke jaringan domestik masih lancar dan tetap bisa digunakan,” ujar wanita yang kerap disapa Ayu ini.

Pihak XL belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kapan gangguan dimulai, penyebabnya, dan perkiraan waktu selesai dilakukan perbaikan.

Update: Dua Kabel Optik Internet XL ke Luar Negeri Putus

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2017/01/12/12455907/internet.bermasalah.ini.penjelasan.xl

Nokia 6 Tandai Kebangkitan Nokia Di Industri “Smartphone”

KOMPAS.com — Babak baru Nokia di industri smartphone dimulai. Setelah “hibernasi” selama lebih kurang dua tahun di bawah payung Microsoft, Nokia akhirnya comeback menggunakan nama mereknya sendiri pada ponsel Android teranyar, Nokia 6.

Bukan hal mudah untuk kembali ke industri yang telah lama ditinggalkan, apalagi jika berbicara soal industri smartphone. Pasalnya, sejak beberapa tahun terakhir, industri ini begitu pesat berkembang.

Vendor-vendor baru pun bermunculan dengan penawaran inovasi teknologi yang mumpuni sehingga memperketat kompetisi. Meski begitu, Nokia sepertinya sudah matang memikirkan strategi comeback.

Sejak pertengahan 2016 lalu, Nokia mengumumkan kerja sama dengan FIH yang tak lain adalah anak usaha Foxconn. Dalam waktu berdekatan, Nokia juga melisensikan properti intelektual berikut merek “Nokia” ke perusahaan baru dari Finlandia bernama HMD Global.

HMD Global dan FIH Mobile pun membagi peran masing-masing. HMD merancang mobile gadget di bawah bendera Nokia, sementara produksinya diserahkan ke FIH. Nah, FIH dan HMD-lah yang memikul beban untuk mengembalikan kejayaan Nokia di industri ponsel.

Nokia 6 yang idealis

Sinergi antara Nokia, HMD Global, dan FIH membawa semangat baru dan menghasilkan Nokia 6 yang digodok dengan idealisme tinggi. Setidaknya begitu klaim HMD Global dengan disertai beberapa penjabaran teknis.

HMD Global mengatakan, layar Nokia 6 disusun beberapa lapisan dan terakhir dilaminasi dengan layar yang terpolarisasi. Alhasil, tampilan layarnya akan lebih adaptif terhadap beragam kondisi.

Layar disebut tetap cerah meski di bawah sinar matahari. Pengguna bisa membaca atau menonton video dengan nyaman di semua kondisi cahaya.

Selain itu, HMD Global juga sesumbar soal pembuatan tubuh Nokia 6 di pabrik Foxconn. Menurut perusahaan asal Finlandia tersebut, butuh 55 menit untuk menyatukan 6.000 macam aluminium menjadi struktur awal sebuah unit Nokia 6.

Selanjutnya, ada dua proses penganodaan secara terpisah yang memakan waktu lebih dari 10 jam. Masing-masing proses akan difinalisasi dengan pemolesan tak kurang dari lima kali.

“Hasil akhirnya adalah desain unibody yang terbuat dari aluminium dengan level tertinggi pada kualitas visual dan struktural,” begitu menurut HMD Global.

Spesifikasi lumayan dengan harga bersahabat

Nokia 6 memiliki fitur yang memenuhi pakem sebagai ponsel high-end. Layarnya berukuran phablet 5,5 inci dengan kualitas Full HD (1.080 x 1.920). Ada aksen layar melengkung 2.5D berkat Gorilla Glass bikinan Corning.

Kameranya masing-masing 16 megapiksel di belakang dan 8 megapiksel di depan. Kualitas audionya pun semestinya cakap dengan Dolby Atmos beramplifier ganda.

Meski demikian, “jeroannya” tak terlalu premium, yakni hanya mengandalkan Snapdragon 430. Sistem operasinya sudah Nougat 7.0.

Bodinya sendiri berbahan logam, membuat Nokia 6 tampil mewah. Di bagian bawah layar terdapat tombol Home, yang juga bisa difungsikan sebagai tombol pemindai sidik jari. Berikut spesifikasi lengkap Nokia 6.

– Ukuran layar: 5,5 inci dengan Gorilla Glass 2.5D
– Resolusi: Full HD 1.080 x 1.920 piksel
– Kerapatan layar: 403 ppi
– Chipset: Qualcomm Snapdragon 430
– RAM: 4 GB
– Kamera utama (belakang): 16 megapiksel
– Kamera selfie (depan): 8 megapiksel
– Media penyimpanan: 64 GB
– Slot penyimpanan tambahan: MicroSD hingga 128 GB
– Dual SIM: Ya
– Konektivitas: GPS, Bluetooth, 3G, 4G
– Sensor: Compass Magnetometer, Proximity, Accelerometer, Ambient Light, Gyroscope
– Dimensi: 154 x 75,8 x 7,85 mm (tinggi x lebar x tebal)

Dengan desain premium, fitur high-end, dan spesifikasi standar, harga yang dipatok untuk Nokia 6 relatif murah, yakni 1.699 yuan atau setara Rp 3,2 juta.

Eksklusif di China

Sayangnya, Nokia 6 merupakan produk eksklusif untuk masyarakat China. Belum jelas apakah nantinya negara-negara lain juga kebagian ponsel tersebut atau tidak.

HMD Global punya alasan khusus memboyong produk comeback tersebut pertama kali di Negeri Tirai Bambu. Menurut Vice President Greater China HMD Global, Nestor Xu, China dianggap sebagai negara dengan potensi pasar paling strategis.

“Pasar China adalah yang terbesar dan paling kompetitif untuk smartphone. Bukan kebetulan kami memilih membawa ponsel Android pertama kami ke China bersama rekanan untuk jangka panjang (Nokia),” kata dia.

HMD Global mengatakan Nokia 6 merupakan pembuka jalan untuk kehadiran ponsel-ponsel Android Nokia lainnya sepanjang 2017. Menurut kabar yang beredar, ada lima lini yang sudah dipersiapkan. Kita tunggu saja.

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Smartphone Android Nokia 6

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2017/01/10/18311967/nokia.6.tandai.kebangkitan.nokia.di.industri.smartphone.

Mengapa Norwegia Hentikan Siaran Radio FM?

KOMPAS.com – Norwegia menjadi negara pertama yang menghentikan sinyal radio FM terhitung mulai 11 Januari pukul 11.11 waktu setempat.

Pilihan ini diambil karena sistem baru, Digital Audio Broadcasting, yang lebih dikenal dengan singkatan DAB, memiliki kualitas suara yang jauh lebih jernih dengan biaya operasional yang lebih murah.

Jangkauan yang bisa dicapai sistem DAB juga lebih luas dibandingkan sinyal analog FM.
Namun langsung muncul kekhawatiran, terutama di kalangan warga usia lanjut dan para pemilik kendaraan yang tidak bisa langsung memasang peranti yang bisa menerima sinyal DAB.

Berdasarkan jajak pendapat yang diterbitkan harian Dagbladet, Desember lalu, 75 persen warga Norwegia menganggap keputusan pemerintah mematikan radio FM terlalu tergesa-gesa. ??

Memang, 70 persen audiens di Norwegia sekarang mendengarkan stasiun radio favorit mereka melalui DAB, namun para pengkritik juga mengemukakan fakta bahwa banyak orang ‘yang terpaksa membeli peranti baru yang harganya bisa mencapai Rp 6,2 juta.

“Norwegia belum siap dengan penghentian radio FM. Ada jutaan pesawat radio di rumah-rumah, pondok wisata, dan kapal yang sekarang ini praktis tak bisa lagi dipakai,” ujar Svein Larsen dari asosiasi radio lokal Norwegia.

Alasan lain penolakan adalah orang ingin mendengarkan radio FM untuk nostalgia. “Ada banyak nostalgia dengan radio FM. Itulah sebabnya banyak yang menganggap keputusan pemerintah kontroversial,” kata Marius Lillelien, direktur stasiun radio nasional NRK.

Pemerintah Norwegia memasang target DAB akan menjadi standar siaran seluruh stasiun radio nasional pada akhir 2017.

FM ditemukan di Amerika Serikat pada 1933 dan sejak itu populer di banyak negara. Di Indonesia, FM menjadi tren sejak akhir 1980-an menggantikan sinyal AM. Ketika itu stasiun AM ramai-ramai pindah ke FM.

Beberapa negara Eropa seperti Inggris dan Swiss juga mempertimbangkan untuk menghentikan siaran FM namun sejauh ini belum mengambil ‘langkah drastis’ seperti yang dilakukan Norwegia.

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2017/01/14/16541157/mengapa.norwegia.hentikan.siaran.radio.fm.

Pesawat EgyptAir Jatuh Karena IPhone Meledak Di Kokpit?

KOMPAS.com — Penyelidik kecelakaan EgyptAir dengan nomor penerbangan MS804 yang jatuh di Mesir pada Mei 2016 lalu mencurigai iPhone dan iPad sebagai sumber api di dalam kokpit. Kedua perangkat itu diduga meledak saat di udara.

Dugaan itu muncul berdasar dua bukti, yakni rekaman kamera CCTV saat Airbus A320 EgyptAir parkir di Bandara Charles de Gaulle, Paris, dan pesan komputer Aircraft Communications Addressing and Reporting System (ACARS) di pesawat yang dikirim sebelum jatuh.

Rekaman CCTV di bandara Paris menunjukkan bahwa sebelum penerbangan MS804 berangkat, di jendela sebelah kanan pesawat tampak kopilot meletakkan berbagai benda di atas panel instrumen (dashboard).

Benda-benda itu antara lain iPhone 6S, iPad Mini 4, dan empat botol parfum yang dua di antaranya adalah botol aerosol.

Benda-benda itu berada di atas panel instrumen di hadapan kopilot, dan berada dekat dengan jendela sebelah kanan.

Bukti kedua yakni pesan ACARS yang pertama kali muncul saat pesawat dalam kondisi kritis.

Pesan pertama yang dikirim adalah kode “3044 ANTI ICE R WINDOW” yang artinya sensor komputer membaca peranti pemanas kaca jendela sebelah kanan rusak atau tidak beroperasi. Pemanas kaca jendela (anti-ice) ini diperlukan di udara karena suhu di ketinggian jelajah bisa mencapai suhu minus.

Pesan ACARS tersebut kemudian diikuti dengan pesan berikutnya yang terkait dengan sensor jendela, yakni “561200 R SLIDING WINDOW SENSOR”. Pesan itu mengindikasikan ada yang salah dengan jendela sebelah kanan.

Baca: Komputer Pesawat EgyptAir Kirim Pesan Ada Asap, Berawal dari Toilet

Dugaan awal yang sempat muncul kala itu adalah jendela sebelah kanan terbuka atau meledak.

Meski demikian, editor majalah Flight International, David Learmount berbicara kepada The Telegraph bahwa pilot tidak biasa meletakkan benda-benda di atas dashboard.

“Biasanya ditaruh di pangkuan atau di lantai saat takeoff, kalau di atas ada turbulence, bisa mengganggu kontrol juga,” demikian ujar Learmount, seperti dikutip KompasTekno, Senin (16/1/2017).

Selain itu, Learmount juga mengatakan bahwa peristiwa ponsel yang meledak di bawah jendela adalah hal yang besar, pilot dan kopilot pastinya akan memberitahukan peristiwa itu ke pihak darat. Namun demikian, tidak ada yang menyebutkan hal itu melalui radio.

Hal yang perlu diperhatikan adalah, selain ada peringatan pada sistem pemanas kaca jendela, ada pula peringatan asap di toilet pesawat dan palka penyimpanan perangkat avionik di bawah lantai pesawat.

Ada asap pasti ada api. Masih belum bisa diketahui bagaimana api tersebut bisa menjalar sampai ke tempat-tempat tersebut.

EgyptAir MS804 hilang dari radar dalam perjalanan dari Paris menuju Kairo, Kamis (19/5/2016). Belakangan, pesawat Airbus A320 tersebut diketahui jatuh di Laut Tengah. Pesawat tersebut membawa 59 penumpang dan 10 kru yang semuanya dinyatakan tewas.

Baca: Flightradar24 Rekam Posisi Terakhir Pesawat EgyptAir Sebelum Hilang Kontak

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2017/01/16/11085397/pesawat.egyptair.jatuh.karena.iphone.meledak.di.kokpit.

Yahoo Ganti Nama Jadi Altaba?

KOMPAS.com — Setelah Yahoo diakuisisi oleh Verizon, nama Yahoo diusulkan untuk diganti menjadi Altaba Inc. Usulan tersebut termuat dalam laporan yang diserahkan Yahoo ke komisi sekuritas dan saham AS, Senin (9/1/2017).

Dalam dokumen laporan tersebut, tepatnya di Item 8.01 dikatakan, direksi Yahoo memutuskan untuk mengubah nama Yahoo menjadi Altaba Inc. Hal tersebut mengikuti penyelesaian transaksi akuisisi Verizon terhadap Yahoo.

Tor Braham, Eric Brandt, Catherine Friedman, Thomas McInerney, dan Jeffrey Smith, anggota direksi Yahoo saat ini, diusulkan sebagai direktur-direktur di Altaba. Brandt nantinya bakal bertindak sebagai pimpinan direksinya.

Komposisi dewan direksi Altaba juga dirancang agar sebagian besar diduduki oleh orang-orang Starboard, investor yang membujuk Yahoo untuk menjual perusahaannya. Smith dan Braham sendiri keduanya juga berasal dari Starboard.

Baca: Siapa Pemilik Yahoo yang Baru?

Walau demikian, seperti dikutip KompasTekno dari Business Insider, Selasa (10/1/2017), Verizon sebagai pemilik Yahoo yang baru ingin mempertahankan brand Yahoo yang telah populer untuk beberapa layanan konsumer online-nya.

Dengan rencana tetap dipertahankannya brand Yahoo tersebut, nama Yahoo bakal tetap ada.

Marissa Mayer berencana mundur

Dalam dokumen yang sama, CEO Yahoo Marissa Mayer beserta beberapa petinggi Yahoo juga disebut bakal melepas jabatan strategis mereka saat ini. Namun, keputusan ini belum final.

Yahoo diakuisisi oleh Verizon dengan nilai 4,83 miliar dollar AS (Rp 63 triliun) secara tunai. Penyatuan perusahaan internet dan operator telekomunikasi yang sama-sama berbasis di Amerika Serikat tersebut disepakati pada Juli 2016 lalu.

Baca: Marissa Mayer Lepas Jabatan di Yahoo

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2017/01/10/08192147/yahoo.ganti.nama.jadi.altaba.

Melihat Lebih Dekat “Smartphone” Android Nokia 6

KOMPAS.com — Smartphone Nokia akhirnya kembali hadir di pasar. HMD Global, pemegang merek Nokia, sudah resmi merilis smartphone terbarunya yang berbasiskan Android, Nokia 6.

Sayang, smartphone itu baru dirilis khusus untuk China saja. Di Negeri Tirai Bambu itu, HMD Global menawarkan Nokia 6 dengan harga 1.699 yuan atau sekitar Rp 3,2 juta.

Sementara itu, dari sisi spesifikasi, Nokia 6 cenderung tergolong kelas menengah, antara lain melalui pemakaian layar 5,5 inci (1080p) dengan tingkat kerapatan 403 piksel per inci, kamera utama 16 megapiksel, dan kamera selfie 8 megapiksel.

Baca: Pakai Android Nougat, Nokia 6 Secanggih Apa?

“Otak” pemrosesannya menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 430, dipadukan dengan RAM 4 GB, dan memori penyimpanan internal 64 GB.

HMD Global merancang bodi Nokia 6 menggunakan bahan logam. Hasilnya, ponsel jadi terkesan lebih mewah dan kokoh.

Lebih jelasnya, Anda bisa melihat bentuk Nokia 6 di bawah ini.

GSM Arena Kotak kemasan Nokia 6

GSM Arena Nokia 6 menggunakan layar 5,5 inci dengan resolusi 1080×1920 piksel

Untuk foto lebih lengkap dari berbagai sisi, Anda bisa melihatnya melalui tautan ini.

Baca juga: 5 Karya Ikonik Nokia untuk Industri Ponsel Dunia
Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2017/01/10/09524747/melihat.lebih.dekat.smartphone.android.nokia.6

HTC U Ultra Resmi Bawa Kamera Selfie 16 MP Dan “Dosa” IPhone 7

KOMPAS.com – HTC meresmikan smartphone Android high-end bertajuk U Ultra. Keunggulannya terletak pada asisten digital yang dinamai Sense Companion dan kemampuan Ultra Selfie dengan kamera 16 MP.

Selain dua keunggulan itu, HTC U Ultra ternyata membawa “dosa” iPhone 7. Sama seperti iPhone teranyar tersebut, HTC U Ultra menghapus port jack 3.5 mm untuk memasang earphone. (Baca: Mengapa iPhone 7 Tak Punya Jack Audio?)

Sebagai gantinya, earphone pada kotak kemasan akan terhubung dengan port USB-C yang sekaligus berfungsi mengecas ponsel dan mentransfer data.

Asisten Sense Companion dirancang untuk mempelajari kebiasaan pengguna. Asisten itu bisa mengingatkan untuk membawa powerbank ketika hendak berlibur.

Sense Companion juga akan merekomendasikan restoran yang sesuai selera, serta menawarkan pilihan buku yang cocok menemani waktu santai. Data yang direkam Sense Companion berasal dari penjajalan aplikasi sehari-hari pengguna.

Namun, fitur ini tak tersedia secara default, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Jumat (13/1/2016), dari situs resmi HTC. Pengguna harus mengunduhnya sendiri di HTC Ultra U dan baru tersedia dalam beberapa bulan ke depan.

Kemampuan Sense Companion dipadankan dengan fitur pengenal suara alias voice-recognition yang terbenam dalam ponsel. Pengguna cukup menggunakan suara untuk membuka ponsel, mengangkat atau menolak telepon, menunda atau menghentikan alarm, dan melakukan navigasi sederhana lainnya.

Soal kamera, HTC U Ultra meminjam spesifikasi dari HTC 10 dengan bukaan f/1.8, sensor 12 megapiksel, dan teknologi OIS pada kamera belakang.

Kemampuan selfie-nya disebut “Ultra Selfie” karena bisa dipilih antara mode standar atau mode Ultra Pixel.

Dengan mengandalkan kamera depan 16 megapiksel, pengguna bisa mengambil selfie yang tajam pada kondisi cahaya normal. Lantas, untuk suasana remang-remang saat candle light dinner, mode Ultra Selfie bisa diaktifkan dengan sensitivitas cahaya 4 kali lebih tinggi.

“Kamera selfie pada HTC U Ultra mempermudah pengguna mengganti antara kamera standar 16 megapiksel dengan Ultra Pixel,” begitu tertera pada situs.

Dari segi spesifikasi, HTC Ultra sedikit banyak mencontoh LG V20. Ponsel tersebut mengusung layar 5,7 inci dengan tampilan Quad HD. “Jeroan”-nya dipercayakan pada Snapdragon 821, belum Snapdragon 835 yang digemborkan tersemat pada ponsel-ponsel flagship keluaran 2017.

Ada dua pilihan memori internal yang diberikan, yakni 64 GB dan 128 GB. Keduanya disandingkan dengan RAM 4GB. Baterainya sendiri cuma 3.000 mAh yang terbilang kecil untuk perangkat 5,7 inci.

Keunggulan lain dari HTC U Ultra ada pada layarnya yang berlapis kaca safir. Namun, varian berlapis kaca safir baru akan tersedia di pasaran pada akhir 2017 nanti.

Varian yang tersedia dalam waktu dekat cuma berbalut kaca biasa dengan warna bodi yang cerah, yakni biru, pink, putih, dan hitam.

U Ultra mulai tersedia di pasaran pada pertengahan Maret 2017, meski tanggal pastinya belum diumbar ke publik. Harganya dipatok 749 dollar AS di Amerika Serikat atau setara Rp 9,9 jutaan. Selain U Ultra, HTC juga merilis lini U Play yang memiliki spesifikasi untuk pasar mid-range.

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2017/01/13/08231747/htc.u.ultra.resmi.bawa.kamera.selfie.16.mp.dan.dosa.iphone.7

Samsung Resmikan Galaxy C7 Pro, Sang Pesaing Oppo F1s

KOMPAS.com – Samsung resmi meluncurkan Galaxy C7 Pro setelah ramai dirumorkan sejak akhir tahun lalu. Penerus Galaxy C7 keluaran awal 2016 tersebut digadang-gadang sebagai saingan kuat Oppo F1s.

Bagaimana tidak, ponsel kelas menengah ini memiliki spesifikasi yang terbilang premium di beberapa sektor. Misalnya saja kamera 16 megapiksel dengan bukaan F/1.9 di depan dan belakang.

Kamera itu dilengkapi fungsi self-timer, setelan manual, beautification, dan lainnya. Fitur kamera seperti itu ditemui pada Oppo F1s keluaran Agustus 2016. (Baca: Video Review: Oppo F1s, Smartphone Selfie Mentereng)

Tampilannya pun mengandalkan kualitas Super AMOLED berukuran phablet 5,7 inci dengan resolusi 1080p. Hanya saja, baterainya terhitung kecil untung layar sebesar itu, yakni 3.300 mAh.

Memori internal C7 Pro disediakan 64 GB dan dipadankan dengan RAM 4 GB. Ada slot microSD yang disediakan jika ingin mengekspansi kapasitas memori hingga 256 GB, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Minggu (15/1/2017) dari GSMArena.

Namun, slot itu bersifat hibrida dengan slot nano-SIM. Pengguna harus memilih antara mengaktifkan dua kartu SIM atau mengekspansi memori. Fitur andalan Samsung semacam Always On Display dan Samsung Pay juga terbenam dalam C7 Pro.

Untuk urusan “jeroan”, ponsel ini terhitung standar seperti perangkat kelas menengah lainnya. Prosesornya mengandalkan Snapdragon 625 dengan CPU octa-core 2.2GHz Cortex A-53 dan GPU Adreno 506. Sistem operasinya masih Android Marshmallow 6.0.1 yang kini terhitung lawas.

Galaxy C7 Pro tersedia dalam tiga varian warna, yakni Gold, Pink Gold, dan Dark Blue.

Baca: Melihat Galaxy C7 Pro dari Berbagai Sisi

Masa pre-order Galaxy C7 dibuka di China mulai 16 Januari besok dengan harga yang belum diumumkan resmi. Galaxy C7 keluaran tahun lalu dibanderol Rp 5 jutaan, maka C7 Pro juga harganya kemungkinan tak jauh-jauh dari kisaran itu.

Jika dibanderol pada kisaran ini tentu saja harganya terpaut cukup jauh dengan Oppo F1s. Ponsel Oppo bermoto Selfie Expert ini dibanderol dengan harga Rp 2,5 juta.

Belum jelas kapan ponsel teranyar itu akan diboyong ke pasar lain, termasuk Indonesia.

Baca juga: Perbandingan Spesifikasi Galaxy A3, A5, dan A7 2017 dengan 2016

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2017/01/15/10325247/samsung.resmikan.galaxy.c7.pro.sang.pesaing.oppo.f1s

Oppo Siapkan Smartphone Berkamera Selfie Ukuran Jumbo?

KOMPAS.com – Oppo agaknya bakal segera menambah anggota baru untuk keluarga smartphone selfie miliknya. Namanya belum diketahui tetapi berdasar bocoran yang beredar, perangkat ini tampaknya bakal memiliki kemampuan menjepret selfie yang lebih baik dari produk sebelumnya.

Bocoran tersebut diketahui dari material promosi yang didapat KompasTekno dari sumber dalam. Dalam gambar promosi tersebut, Oppo menuliskan kata “Selfie Expert”. Hal tersebut seperti ingin menegaskan bahwa perangkat ini masuk ke keluarga perangkat Selfie Expert.

Yang menarik perhatian adalah kata dari “Now Bigger” yang juga tertera dalam bocoran gambar tersebut. Oppo memang tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai hal ini.

Bisa saja Oppo akan mengeluarkan perangkat Selfie Expert dengan layar yang lebih besar, kamera yang lebih besar, atau kapasitas internal yang lebih besar. Karena masuk ke keluarga Selfie Expert, agaknya produk misterius ini memiliki kamera depan dengan megapiksel yang lebih besar.

Produk Selfie Expert sebelumnya, yaitu Oppo F1s mengusung kamera selfie yang sudah cukup besar resolusinya, yaitu 16 MP.

Dari segi fisik sendiri, masih berdasarkan materi promosi yang bocor, perangkat tersebut tampaknya akan mirip dengan Oppo F1s. Pasalnya, bagian belakang perangkat memiliki desain yang sama persis dengan produk tersebut.

Satu hal yang pasti, Oppo bakal merilis produk tersebut dalam waktu dekat ini. Pihak Oppo membeberkan, smartphone tersebut akan hadir di awal 2017 ini.

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2017/01/14/11060067/oppo.siapkan.smartphone.berkamera.selfie.ukuran.jumbo.

Laptop Gaming Biasanya Mahal, Buatan Dell Kok Bisa Murah?

LAS VEGAS, KOMPAS.com – Selain lini XPS 13 baru, Dell juga mengenalkan lini laptop gaming Inspiron terbaru, yakni seri Inspiron 15 7000 di pameran teknologi CES 2017.

Laptop ini banyak ditunggu kemunculannya karena menjadi laptop gaming kelas menengah dengan prosesor quad-core Intel Core i5 dengan harga terjangkau.

Dengan banderol mulai 799 dollar AS (sekitar Rp 10 juta), gamer disodori spesifikasi menarik, yakni prosesor quad-core Intel Core i5 dari generasi Kaby Lake dan GPU Nvidia GeForce GTX 1050 4 GB GDDR5.

Bagaimana cara Dell membuat laptop gaming-nya menjadi lebih terjangkau?

Menanggapi hal ini, Vice President Consumer Dell, Ray Wah, mengatakan bahwa pendekatan Dell memang berbeda dalam menentukan hardware komputer yang akan diusung.

“Kebutuhan konsumen itu yang utama, namun kami tidak serta merta menerjemahkannya jika menambah hardware ini maka harganya bakal menjadi segini (lebih tinggi),” ujar Wah saat dijumpai KompasTekno di ajang CES 2017 lalu di Las Vegas, AS, Jumat (6/1/2017).

Alih-alih, menurut Wah, Dell memikirkan apa yang dibutuhkan konsumen baru kemudian membuat sistemnya. Di sisi lain, Dell juga tidak ingin membuat konsumen khawatir dengan harganya.

Baca: Spiderman Kenalkan Istimewanya Laptop Gaming Dell

Kombinasi spesifikasi CPU dan GPU tersebut diyakini Dell mampu menarik minat gamer, sebab tak banyak produsen laptop gaming yang menawarkannya dengan banderol harga Rp 10 jutaan. Di Indonesia sendiri, laptop gaming Rp 10 jutaan kebanyakan dibekali dengan CPU dual-core.

Atau jika mengusung spesifikasi CPU yang lebih tinggi, seperti Intel Core i7, namun GPU yang diusung menggunakan spesifikasi yang lebih rendah, seperti Nvidia GeForce GTX940.

“CPU itu juga penting untuk gaming, bukan hanya GPU saja,” kata Wah.

Selain varian CPU quad core Intel Core i5, Dell Inspiron 15 7000 juga memiliki varian CPU Core i7-7700HQ quad core dengan GPU Nvidia GeForce GTX 1050Ti. Varian ini dijual dengan rentang harga 949 dollar AS hingga 1.099 dollar AS.

Wah sendiri mengklaim permintaan laptop gaming kelas menengah ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Maka dari itu, ke depannya Dell telah menyiapkan langkah agar tidak ketinggalan inovasi.

Dell berkolaborasi dengan HTC dan Oculus untuk mengembangkan ekosistem virtual reality (VR) di laptop-laptopnya. Meski diakui harga perangkat yang mendukung kedua paltform VR itu masih mahal, namun saat ekosistemnya nanti sudah matang, Wah yakin game VR bakal lebih banyak diadopsi.

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2017/01/11/08381197/laptop.gaming.biasanya.mahal.buatan.dell.kok.bisa.murah.